Search This Blog

Tuesday, May 29, 2018

Tahapan Proses Persalinan Caesar

proses melahirkan caesar

Inilah Tahapan Proses Persalinan Caesar

Apakah benar, proses melahirkan caesar mampu membebaskan seseorang dari rasa sakit? Sebenarnya, bagaimana kondisi yang mewajibkan seorang wanita untuk operasi caesar?
Operasi caesar kini menjadi tren di seluruh dunia. Banyak wanita yang menganggap proses melahirkan caesar lebih mudah, bebas rasa sakit, serta minim risiko. Karena itulah, sejak awal 2000-an, jumlah peminat bedah caesar semakin meningkat.
Menurut studi dari vice.com, sekitar 15,3 persen perempuan di Indonesia melakukan operasi caesar. Begitu pun dengan hasil riset Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia; lembaga ini menemukan fakta peningkatan bedah caesar di perkotaan.
Terlepas dari semua itu, proses operasi caesar tidak semudah yang Anda bayangkan. Sang ibu harus menjalani beberapa tahapan dan merasakan rasa sakit pascaoperasi. Pun risikonya empat kali lebih besar daripada melahirkan secara alami.

5 Alasan yang Mendorong Seseorang untuk Menjalani Proses Melahirkan Caesar

Meski operasi caesar dilegalkan dalam situasi apa pun, beberapa orang memiliki alasan medis tertentu untuk melakukannya. Berikut ini ada 5 latar belakang yang mewajibkan wanita melahirkan dengan cara bedah caesar.
  1. Posisi Bayi Sungsang

Bayi dikatakan dalam posisi sungsang apabila kepalanya tidak berada di jalan lahir. Jika diteruskan melalui persalinan normal, berisiko terhadap keselamatan bayi. Semisal, tali pusat terjepit sehingga peredaran darah dan oksigen pada janin menjadi terhambat.
  1. Faktor Usia dan Kesehatan Sang Ibu

Meski kesehatan bisa ditunjang dengan vitamin untuk ibu hamil, faktor usia tetap memengaruhi penanganan kelahiran. Wanita yang hamil di usia 35 tahun keatas rentan terkena komplikasi. Karena itu, bayi harus lahir lewat operasi caesar.
  1. Kondisi Jalan Lahir

Salah satu jalan lahir yang harus dilewati bayi adalah panggul. Jika tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, tindakan operasi harus dilakukan. Pasalnya, kondisi ini bisa mengakibatkan rahim robek, pendarahan, dan kematian.
  1. Kelainan pada Janin yang Akan Dilahirkan

Bentuk kelainan pada janin bermacam-macam, semisal makrosomia. Berat bayi yang mengidap makrosomia biasanya mencapai 5 kg. Kondisi tersebut mengharuskan ibu untuk melakukan operasi caesar.
  1. Kelahiran Bayi Kembar

Pada beberapa kasus, bayi kembar bisa dilahirkan secara normal. Namun, tidak semua ibu memiliki kondisi fisik yang kuat. Karena itu, disarankan untuk melahirkan lewat operasi caesar.

5 Tahapan Proses Melahirkan Caesar

Memberikan pemahaman seputar langkah-langkah operasi caesar diperlukan untuk meminimalkan rasa khawatir dalam diri pasien. Secara umum, ada lima tahap kelahiran melalui bedah caesar. Berikut ini ulasannya.
  1. Menandatangani Perjanjian Operasi Caesar

Sebelum operasi dilakukan, pasien mendapatkan penjelasan dari dokter. Biasanya, ia menerangkan seputar alasan penanganan kelahiran melalui bedah caesar. Jika Anda dan suami menyetujui, pihak rumah sakit memberikan surat perjanjian yang harus dibubuhkan tanda tangan.
  1. Melewati Tahapan Anestesi

Anestesi merupakan tindakan untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh seseorang dengan memberikan obat bius. Dalam operasi caesar ada dua jenis anestesi, yaitu umum dan epidural. Dokter akan memberikan anestesi sesuai kondisi pasien.
  1. Dokter Melakukan Disinfeksi Area operasi

Seusai melakukan anestesi kepada pasien, dokter memasang tirai tepat di atas dada. Setelah itu, bagian perut Anda dibersihkan hingga steril. Selanjutnya, dokter memasang selang kencing ke uretra sebagai saluran urine selama masa operasi dan penyembuhan luka.
  1. Memulai Operasi

Proses operasi dimulai dengan membuat sayatan horizontal di bawah perut. Jika bagian ini sudah terbuka, selanjutnya dilakukan pembedahan di area rahim. Bagi pasien yang menggunakan anestesi epidural, selama operasi berlangsung akan merasakan ada tekanan atau tarikan.
Meski begitu, gerakan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit. Kalau pasien mengalami nyeri hebat, biasanya tindakan anestesi umum akan diberikan.
  1. Bayi Dikeluarkan dari Rahim

Bayi bisa dikeluarkan setelah sayatan di rahim cukup besar. Secara perlahan, dokter akan mengangkat bayi, lalu mengambil plasentanya. Anda dapat mendengar tangisan si kecil jika hanya diberikan anestesi epidural.
Langkah berikutnya, dokter akan menjahit bagian rahim dan kulit luar yang disayat. Proses tersebut memerlukan waktu kurang lebih 30 menit.
bayi

Bagaimana Proses Pemulihan Pascaoperasi?

Operasi sesar berlangsung sekitar 30-50 menit. Setelah itu, Anda dipindahkan ke kamar rawat inap. Sementara sang bayi, dibawa ke ruang pemulihan untuk mendapatkan ASI.
Setelah 24 jam di ruang pemulihan, selang urine dan infus dilepaskan dari tubuh pasien. Pada proses ini, pasien harus belajar berdiri dan berjalan. Tujuannya agar peredaran darah lancar.
Lama pemulihan pascaoperasi tergantung kondisi pasien. Ada yang bisa pulih selama 1-2 hari, beberapa butuh waktu sampai 3-7 hari.
Itulah ulasan mengenai proses melahirkan sesar. Untuk mengurangi rasa takut dan menghindari stres sebelum operasi, Anda harus memahami prosedurnya dengan baik.

Kelebihan dan Kekurangan Melahirkan Normal vs Operasi Caesar

Kelebihan dan Kekurangan Melahirkan Normal vs Operasi Caesar


Ada dua cara bagi ibu hamil dalam melahirkan bayi, yaitu secara normal atau melahirkan dengan operasi Caesar atau yang juga sering disebut C-section. Kebanyakan ibu hamil ingin melahirkan secara normal dengan alasan lebih natural. Akan tetapi, operasi Caesar terkadang harus dipilih karena berbagai alasan.
Berikut adalah beberapa alasan yang sering menjadi penyebab diperlukannya operasi Caesar:
  • Ibu akan melahirkan bayi kembar.
  • Ibu memiliki riwayat medis yang tidak mendukung untuk melahirkan secara normal (diabetes, tekanan darah tinggi, HIV, herpes, atau masalah pada plasenta).
  • Ukuran bayi cukup besar sedangkan ukuran pinggul ibu kecil.
  • Bayi dalam posisi sungsang.
  • Proses pembukaan yang terlalu lambat sehingga si bayi tidak mendapatkan cukup oksigen.
  • Pengalaman traumatik sang ibu yang sebelumnya pernah melahirkan secara normal

Kelebihan dan kekurangan melahirkan secara normal

Melahirkan secara normal adalah proses panjang yang melibatkan kerja keras seorang ibu dan mengakibatkan kelelahan secara fisik. Akan tetapi, banyak keuntungan yang didapat dengan melahirkan secara normal:
– Dapat meninggalkan rumah sakit lebih cepat. Keuntungan bagi ibu yang melahirkan secara normal adalah proses pemulihan yang cepat dibandingkan dengan melahirkan secara Caesar. Menurut Dr. Allison Bryant, ahli perinatologi dari Massachusetts General Hospital di Boston, meskipun bergantung pada keadaan ibu dan anak, namun pada umumnya bila si ibu dinilai sudah cukup sehat dalam waktu 24 sampai 48 jam, maka si ibu dapat meninggalkan rumah sakit.
– Terhindar dari risiko yang diakibatkan oleh operasi. Wanita yang melahirkan secara normal terhindar dari berbagai risiko dan komplikasi akibat operasi, di antaranya perdarahan, infeksi, reaksi terhadap anestesi, dan efek sakit yang berkepanjangan.
– Ibu dapat langsung berinteraksi dengan bayi. Kelebihan lain dari melahirkan secara normal adalah si ibu dapat langsung berinteraksi dengan si bayi dan langsung dapat memberikan ASI eksklusif secepatnya setelah melahirkan.

Kekurangannya

Di samping kelebihan-kelebihan yang sudah disebutkan, melahirkan secara normal juga memiliki beberapa risiko, di antaranya:
– Risiko kerusakan pada kulit dan jaringan di sekitar vagina. Pada saat si bayi melewati vagina, besar risiko bahwa kulit dan jaringan di sekitar vagina akan melar dan robek. Hal tersebut dapat mengakibatkan melemahnya atau cedera pada otot pinggul yang berfungsi untuk mengontrol air seni dan isi perut pada sang ibu.
– Rasa sakit di perineum. Setelah melahirkan secara normal, si ibu juga mungkin mengalami sakit yang berkepanjangan di area antara vagina dan anus, atau yang lebih dikenal dengan perineum.
– Cedera saat proses melahirkan. Dilansir dari Stanford School of Medicine, risiko lain yang mungkin dialami oleh sang ibu adalah cedera yang mungkin terjadi saat proses melahirkan itu sendiri. Bila ukuran bayi terlalu besar, ada kemungkinan si ibu dapat mengalami cedera, di antaranya memar pada kulit atau retak tulang.

Kelebihan dan kekurangan melahirkan secara operasi Caesar

Dr. Bryant menyatakan bahwa tidak banyak kelebihan yang dapat diperoleh dari melahirkan secara Caesar. Akan tetapi, terjadwalnya waktu proses kelahiran membuat si ibu dapat merasa lebih aman dan terprediksi dibandingkan melahirkan secara normal.

Kekurangannya

Kekurangan-kekurangan dari melahirkan secara Caesar di antaranya:
– Tinggal lebih lama di rumah sakit. Kebalikan dari melahirkan secara normal, wanita yang melahirkan secara Caesar kemungkinan untuk tinggal lebih lama di rumah sakit.
– Risiko masalah fisik setelah operasi. Menjalani proses operasi Caesar meningkatkan risiko fisik bagi si ibu seperti rasa sakit yang berkepanjangan di bagian yang dibedah.
– Kemungkinan   perdarahan   dan   infeksi.   Operasi   Caesar   mengakibatkan   besarnya kemungkinan akan kehilangan banyak darah. Selain itu, ada juga kemungkinan terjadinya penggumpalan darah.   Operasi Caesar juga dapat meningkatkan risiko infeksi dikarenakan cedera pada usus besar atau kantung kemih
– Kemungkinan tidak bisa langsung berinteraksi dengan bayi. Beberapa studi menyatakan bahwa wanita yang melahirkan secara Caesar kecil kemungkinan untuk langsung bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi.
– Waktu pemulihan yang lama. Pemulihan setelah operasi dapat memakan waktu sampai 2 bulan. Hal ini diakibatkan karena wanita tersebut mungkin mengalami sakit yang lebih besar di perut di area sekitar luka operasi.
– Kemungkinan meninggal. Menurut French Study, wanita yang melahirkan secara Caesar memiliki kemungkinan meninggal tiga kali lebih besar daripada wanita yang melahirkan secara normal dikarenakan perdarahan, infeksi, dan komplikasi karena anestesi.
– Risiko keguguran. Risiko keguguran saat proses kelahiran melalui operasi caesar juga lebih besar dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secara normal
– Risiko kerusakan pada uterus dan plasenta di proses kelahiran yang selanjutnya. Wanita yang telah menjalani operasi Caesar memiliki risiko akan mengalami komplikasi di kehamilan selanjutnya, seperti robeknya uterus yang dikarenakan luka akibat operasi di  uterus dan abnormalnya plasenta. Risiko masalah plasenta akan terus bertambah di setiap operasi Caesar yang dijalani.
– Kemungkinan untuk kembali mendapat tindakan operasi Caesar di proses kelahiran selanjutnya. Bila si ibu sudah mendapat tindakan operasi Caesar, maka besar kemungkinan bahwa di proses persalinan selanjutnya, si ibu harus kembali melewati operasi Caesar.

Pengaruh pilihan metode melahirkan terhadap kesehatan si bayi

Metode persalinan yang dilakukan ibu akan mempengaruhi kesehatan bayi bahkan sampai si kecil berusia 7 tahun. Metode melahirkan secara normal lebih menguntungkan bagi kesehatan si bayi, untuk beberapa alasan berikut ini:
– Berkurangnya risiko masalah pernapasan selama proses melahirkan. Menurut Dr. Bryant, Selama proses melahirkan secara normal, banyak otot yang terlibat untuk memompa keluar cairan  yang  berada  di  paru-paru si  bayi.  Hal  ini  mengakibatkan si  bayi  akan  memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami masalah pada pernapasan.
– Membangun sistem imunitas. Ketika masih berada di dalam rahim ibu, si bayi tinggal dalam kondisi yang steril. Hal itu berbanding terbalik ketika si bayi dalam proses dilahirkan, di mana bayi akan melewati vagina sang ibu yang penuh dengan bakteri. Hal ini mengakibatkan bayi dapat membangun sistem imunitas dari bakteri yang didapat dan memperkaya bakteri yang berguna yang terdapat di dalam pencernaan si bayi.

Masalah kesehatan anak yang mungkin terjadi karena Caesar

Berbanding terbalik dengan bayi yang dilahirkan secara normal, bayi yang dilahirkan melalu operasi Caesar kemungkinan memiliki beberapa masalah kesehatan, di antaranya:
– Kemungkinan mengalami masalah  pernapasan. Bayi  yang  dilahirkan  melalui  operasi Caesar memiliki kemungkinan mengidap masalah pernapasan selama proses melahirkan atau selama masa kanak-kanaknya kelak, di antaranya seperti penyakit asma.
– Kemungkinan mengalami obesitas. Beberapa studi mengindikasikan bahwa proses kelahiran secara operasi Caesar mungkin dapat menyebabkan obesitas pada anak di masa kanak- kanaknya atau bahkan sampai dewasa. Akan tetapi, belum ada penelitian yang benar-benar bisa membuktikan hal ini. Hipotesis yang dikemukakan saat ini adalah hal ini berhubungan dengan faktor bahwa wanita yang obesitas atau mengidap diabetes akan lebih besar kemungkinannya untuk menjalani operasi Caesar, sehingga anak yang dilahirkan juga mungkin akan mengalami obesitas.

Apa yang Terjadi Selama Operasi Caesar?

Apa yang Terjadi Selama Operasi Caesar?

Operasi caesar mungkin menjadi pilihan bagi Anda yang takut atau tidak ingin melahirkan normal. Mungkin Anda berpikir melahirkan secara caesar lebih tidak sakit daripada melahirkan secara normal. Tapi tahukah Anda? Ternyata kelahiran melalui operasi caesar mempunyai risiko empat kali lebih besar daripada kelahiran normal.
Oleh karena itu, Anda disarankan untuk merencanakan dan menjalani operasi caesar jika Anda mengalami kondisi tertentu, seperti bayi terlalu besar, bayi dalam posisi sungsang, Anda mengalami plasenta previa, Anda memiliki infeksi herpes genital aktif, sebelumnya Anda sudah pernah menjalani operasi caesar. Untuk menentukan apakah Anda harus melahirkan dengan cara normal atau melalui operasi caesar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa yang terjadi beberapa saat sebelum operasi caesar?

Setelah Anda konsultasikan dengan dokter Anda dan ternyata Anda harus melahirkan dengan operasi caesar, Anda harus menyiapkan beberapa hal, termasuk administrasi. Suami Anda dapat menangani hal itu semua, jadi Anda tidak perlu repot mengurusnya sendiri. Suami Anda juga diperbolehkan untuk menemani Anda saat melahirkan di ruang operasi.
Sebelum menjalankan operasi, Anda akan dibius lokal (anestesi lokal) pada beberapa bagian tubuh Anda. Umumnya, bius umum (yang membuat Anda tidak sadar sepenuhnya) tidak dilakukan pada operasi caesar, kecuali dalam situasi darurat. Biasanya, Anda akan diberi anestesi epidural atau spinal, yang membuat Anda tidak akan merasakan sakit pada bagian bawah tubuh Anda selama operasi, tetapi Anda dalam keadaan sadar selama operasi caesar. Artinya, Anda dapat melihat bagaimana proses kelahiran bayi Anda.
Seringnya, Anda akan diberi anestesi epidural sebelum melakukan operasi caesar. Selain itu, Anda juga akan diberi obat tambahan untuk memastikan bahwa bagian bawah tubuh Anda benar-benar mati rasa. Tubuh Anda juga akan dimasukkan kateter untuk menampung urin (kencing) selama operasi. Tubuh Anda juga akan dipasang infus sebelum operasi dimulai. Antibiotik mungkin akan diberikan melalui infus untuk mencegah Anda mengalami infeksi setelah operasi, tetapi antibiotik ini juga dapat diberikan setelah operasi. Selanjutnya, rambut pubis (kemaluan) Anda akan dicukur guna memudahkan jalan untuk dilakukan sayatan.

Apa yang terjadi saat operasi caesar?

Saat di ruang operasi, ketika obat bius sudah bekerja pada tubuh Anda, antiseptik akan dioleskan pada bagian perut Anda. Kemudian dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit di atas tulang kemaluan Anda.
Dokter akan menyayat kulit Anda secara perlahan sampai tembus di bagian rahim. Dari pertama kali sayatan ini dibuat sampai bayi lahir, kurang lebih membutuhkan waktu sampai 30 menit paling lama. Ketika pisau operasi sudah mencapai otot perut, dokter akan membuka jalan  secara manual. Dan ketika dokter sudah mencapai rahim, dokter akan memotong secara horizontal pada bagian bawah rahim Anda.
Saat ini, dokter sudah melihat kepala bayi Anda, kemudian dokter akan menarik keluar kepala bayi Anda. Dan, congrats! Bayi Anda telah lahir ke dunia.
Anda dapat melihat bayi Anda segera setelah tali pusar bayi Anda dipotong. Bayi juga akan segera dibersihkan oleh perawat. Setelah mengeluarkan bayi Anda, dokter juga akan mengeluarkan plasenta Anda. Namun, proses operasi belum selesai, dokter harus melakukan penutupan dengan cara menjahit sayatan kembali. Ini merupakan hal yang paling rumit saat menjalani operasi caesar.
Jahitan yang digunakan untuk menutup rahim Anda ini lama-kelamaan akan bersatu dengan tubuh Anda. Lapisan kulit paling luar akan ditutup dengan jahitan atau staples, yang biasanya akan menghilang 3 hari sampai seminggu kemudian. Penutupan rahim Anda ini akan memakan waktu lebih lama, sekitar 30 menit.

Apa yang terjadi setelah operasi caesar?

Setelah proses operasi caesar selesai, kemudian Anda akan diantar ke ruang pemulihan. Kesehatan Anda akan dipantau oleh dokter beberapa jam setelah proses operasi selesai. Anda juga masih akan menerima cairan melalui infus sampai Anda bisa makan dan minum. Makan dan minum yang banyak setelah operasi diperlukan untuk mempercepat pemulihan tubuh ibu.
Saat ini, efek bius (anestesi) pada tubuh Anda lama-kelamaan akan menghilang secara bertahap. Anda mungkin akan merasakan sensasi gatal di tubuh Anda untuk sementara waktu, namun jika tidak kunjung mereda, dokter mungkin akan memberikan Anda antihistamin.
Anda mungkin akan menghabiskan waktu sekitar 3 hari ke depan di rumah sakit sampai kondisi Anda benar-benar pulih. Anda akan didorong untuk lebih banyak bergerak daripada hanya berbaring di tempat tidur untuk mempercepat pemulihan Anda.